Mungkin anda bertanya-tanya, Daniel
siapakah yang dimaksud. Daniel yang saya maksud disini adalah Daniel yang
sering kita dengar kisahnya dalam Alkitab. Tentu kalian ingat dengan sosok
Daniel yang dibuang kedalam gua singa, tentunya cerita tersebut kita dengar
ketika di sekolah minggu.
Pada tahun ini, di gereja kami pun
kembali mengulas kisah Daniel. Ya, kami percaya bahwa tahun ini tahun Daniel.
Tapi apa maksudnya? Tahun Daniel disini dimaksudkan sebagai tahun pembedaan,
dimana Daniel mengalami pembedaan dari orang-orang lain yang sama-sama terpilih
ketika masanya. Daniel dan tiga orang temannya berketetapan untuk tidak
menajiskan dirinya dengan santapan raja. Begitupun dengan hal berdoa, Daniel
memiliki waktu-waktu khusus dengan Bapanya.
Kami percaya bahwa pada tahun ini,
Tuhan akan menunjukkan orang-orang yang berkenan dihatiNya dengan yang tidak,
yang berdoa lebih banyak dengan yang berdoa sesekali, yang benar-benar datang
menyembah dengan yang tidak, yang mencari Tuhan lebih banyak dengan yang merasa
cukup dengan beribadah saja. Ya, Tuhan Yesus adalah Tuhan yang memiliki kasih
yang besar tapi jangan lupa bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang adil juga.
Sama halnya dengan pemerintahan kita
akhir-akhir ini. Pada malam saya berdoa, saya teringat akan sesosok ini.
Mungkin beberapa dari kalian sudah menebak-nebak. Ya, saya merasa Jokowi dan
Ahok adalah beberapa dari Daniel-Daniel yang Tuhan taruh dalam pemerintahan
kita. Mungkin memang beliau tidak mengenal siapa itu Tuhan Yesus tapi beliau
mengenal apa itu “KASIH”. Orang-orang yang memerintah dengan cara yang berbeda
di tengah kerasnya pemerintahan kita, di tengah derasnya kritikan untuk cara
mereka memimpin tapi, mereka yakin akan mampu melakukannya.
Masih ada orang-orang yang
memperjuangkan keadilan walaupun banyak orang yang memperjualbelikan keadilan untuk
kepentingan pribadi mereka. Masih ada orang yang mencari kejujuran. Ya, mereka
masih ada.
Saya
rasa masih banyak Daniel-Daniel di Negara kita. Bahkan, kita pun bisa menjadi
salah satu diantara mereka. Ya, another Daniel. Percayakah bahwa KAMU BISA
MENJADI “BERBEDA” DI TENGAH DUNIA YANG MENUJU MENJADI “SAMA” INI? J
YF,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar