Jumat, 15 Februari 2013

Little Things, Something BIG

SENYUM
Ia tersenyum pada lelaki tak dikenal yang murung itu.
Senyum itu tampaknya membuat perasaannyalebih baik.
Lelaki itu teringat kebaikan seorang temannya dulu
dan menyuratiny untuk berterimakasih.
Temannya sangat senang menerima surat itu
sehingga ia meninggalkan tip besar saat makan siang.
Si pelayan, terkejut melihat jumlah tip itu,
mempertaruhkan semuanya mengikuti firasatnya.
Besoknya ia mengambil uang yang dimenangkannya,
dan memberikan sebagian pada lelaki di jalan.
Lelaki dijalan itu merasa bersyukur;
karena sudah dua hari ia tak makan.
Setelah ia selesai makan,
ia pulang ke kamarnya yang sempit dn kumuh.
(Ia tak tahu pada waktu itu
bahwa ia mungkin akan menemui ajal.)
Dalam perjalanan ia memungut anak anjing yang kedinginan
dan membawanya pulang supaya hangat.
Anak anjing itu sangat bersyukur
tak lagi di luar didera badai
Malamnya rumah itu terbakar.
Anak anjing itu menggonggong hingga seluruh isi rumah terbangun
dan menyelamatkan semua orang dari bahaya.
Salah satuank yang diselamatkannya
tumbuh dewasa menjadi seorang Presiden.
Semua ini karena sebuah senyum
yang tak membutuhkan uang satu sen pun.
Barbara Hauck
Chicken Soup for the Teenage Soul

Terkadang kita tidak tahu jika kita akan bisa memberikan dampak yang begitu besar kepada orang lain,
Kita tidak tahu atau kita terlalu takut untuk tahu?
Hanya hal kecil yang terkadang tidak perlu perjuangan untuk melakukannya.
Hal kecil yang kita tidak tahu akan sangat begitu penting nantinya.
Lakukanlah selagi kamu masih bisa melakukannya,
Lakukanlah selagi masih ada cukup waktu,
Tersenyumlah,
Berjuanglah,
Karna kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi nantinya.

YF,

Ada “Daniel” dalam Pemerintahan Kami

              Mungkin anda bertanya-tanya, Daniel siapakah yang dimaksud. Daniel yang saya maksud disini adalah Daniel yang sering kita dengar kisahnya dalam Alkitab. Tentu kalian ingat dengan sosok Daniel yang dibuang kedalam gua singa, tentunya cerita tersebut kita dengar ketika di sekolah minggu.
            Pada tahun ini, di gereja kami pun kembali mengulas kisah Daniel. Ya, kami percaya bahwa tahun ini tahun Daniel. Tapi apa maksudnya? Tahun Daniel disini dimaksudkan sebagai tahun pembedaan, dimana Daniel mengalami pembedaan dari orang-orang lain yang sama-sama terpilih ketika masanya. Daniel dan tiga orang temannya berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja. Begitupun dengan hal berdoa, Daniel memiliki waktu-waktu khusus dengan Bapanya.
            Kami percaya bahwa pada tahun ini, Tuhan akan menunjukkan orang-orang yang berkenan dihatiNya dengan yang tidak, yang berdoa lebih banyak dengan yang berdoa sesekali, yang benar-benar datang menyembah dengan yang tidak, yang mencari Tuhan lebih banyak dengan yang merasa cukup dengan beribadah saja. Ya, Tuhan Yesus adalah Tuhan yang memiliki kasih yang besar tapi jangan lupa bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang adil juga.
            Sama halnya dengan pemerintahan kita akhir-akhir ini. Pada malam saya berdoa, saya teringat akan sesosok ini. Mungkin beberapa dari kalian sudah menebak-nebak. Ya, saya merasa Jokowi dan Ahok adalah beberapa dari Daniel-Daniel yang Tuhan taruh dalam pemerintahan kita. Mungkin memang beliau tidak mengenal siapa itu Tuhan Yesus tapi beliau mengenal apa itu “KASIH”. Orang-orang yang memerintah dengan cara yang berbeda di tengah kerasnya pemerintahan kita, di tengah derasnya kritikan untuk cara mereka memimpin tapi, mereka yakin akan mampu melakukannya.
            Masih ada orang-orang yang memperjuangkan keadilan walaupun banyak orang yang memperjualbelikan keadilan untuk kepentingan pribadi mereka. Masih ada orang yang mencari kejujuran. Ya, mereka masih ada.
Saya rasa masih banyak Daniel-Daniel di Negara kita. Bahkan, kita pun bisa menjadi salah satu diantara mereka. Ya, another Daniel. Percayakah bahwa KAMU BISA MENJADI “BERBEDA” DI TENGAH DUNIA YANG MENUJU MENJADI “SAMA” INI? J

YF,